Indodax Umumkan Penghapusan EOS, VSYS, FXS dan Aset Lain dari Perdagangan

Tren Global dan Fokus pada Kualitas Aset

Pada akhir Januari 2026, Indodax — salah satu platform perdagangan aset kripto terbesar di Indonesia — mengumumkan bahwa beberapa aset digital, termasuk EOS, VSYS, OCTO, WOZX, HEDG, FXS, dan LOOM, akan resmi dihapus dari daftar perdagangan mulai 12 Februari 2026 pukul 14.00 WIB.

Keputusan ini merupakan bagian dari kebijakan Indodax untuk memperkuat kualitas layanan, memastikan keamanan pasar, dan menjaga standar likuiditas aset yang diperdagangkan di dalam platform.

Artikel ini menyajikan inti dari keputusan tersebut beserta implikasi yang relevan bagi trader dan investor digital yang aktif mengikuti tren pasar kripto global.


Aset yang Dihapus dari Trading Indodax

Daftar Lengkap Delisting

Berikut adalah aset kripto yang akan didelisting dari Indodax:

  • EOS (EOS)

  • V.SYSTEMS (VSYS)

  • OctoFi (OCTO)

  • Efforce (WOZX)

  • HedgeTrade (HEDG)

  • Frax Share (FXS)

  • Loom Network (LOOM)

Penghapusan ini akan efektif pada 12 Februari 2026 pukul 14.00 WIB.


Alasan & Standar Delisting di Bursa Kripto

Penghapusan aset dari daftar perdagangan bukan tindakan sewenang‑wenang, melainkan bagian dari proses evaluasi berkala yang mencakup beberapa faktor utama:

1. Kualitas Likuiditas & Volume Trading

Aset dengan aktivitas perdagangan rendah atau likuiditas yang tidak mencukupi sering kali sulit dipertahankan di bursa. Bursa umumnya memprioritaskan aset yang aktif diperdagangkan oleh komunitas global untuk menjaga efisiensi pasar.

2. Kepatuhan dan Keamanan

Kebijakan internal serta pertimbangan keamanan jaringan atau smart contract menjadi faktor penting ketika suatu proyek dinilai tidak memenuhi standar keamanan. Bursa cenderung mencabut dukungan terhadap aset yang berisiko tinggi atau mengalami stagnasi perkembangan.

3. Fokus pada Aset dengan Adopsi dan Permintaan Jangka Panjang

Delisting membantu pertukaran memusatkan sumber daya pada aset yang lebih relevan dan memiliki dukungan komunitas kuat, sekaligus meminimalkan distraksi dari aset yang kurang kompetitif.


Bagaimana Penanganan Aset Setelah Delisting

Trader dan investor tidak kehilangan asetnya begitu saja setelah delisting. Informasi kunci yang perlu diketahui:

● Saldo tetap aman

Meskipun perdagangan jual/beli dihentikan, saldo aset tetap berada di akun “Wallet” Indodax, sehingga tidak otomatis hilang.

● Withdrawal tetap bisa dilakukan

Setelah tanggal delisting, Anda masih tetap bisa melakukan penarikan aset ke wallet pribadi atau pertukaran lain yang masih mendukung koin tersebut.

● Tidak dapat ditukar langsung ke saldo IDR

Aset yang telah delisting tidak bisa dikonversi otomatis menjadi saldo rupiah di Indodax — penarikan hanya bisa dilakukan ke dompet atau platform lain.


Pesan Penting bagi Trader & Investor

Delisting merupakan bagian dari dinamika pasar kripto yang alami dalam ekosistem bursa digital global. Hal ini tidak hanya terjadi di Indodax, tetapi juga di banyak bursa internasional ketika suatu aset tidak lagi memenuhi kriteria perdagangan yang aktif.

Sebagai trader atau investor, memahami proses ini membantu Anda:

  • Mengelola portofolio secara proaktif

  • Membuat keputusan penarikan aset jauh sebelum tanggal delisting

  • Mengantisipasi tekanan likuiditas pada aset yang berpotensi keluar dari bursa


Dinamika Pasar Kripto di Indodax

Delisting aset seperti EOS, VSYS, OCTO, WOZX, HEDG, FXS, dan LOOM di Indodax pada Februari 2026 mencerminkan komitmen bursa ini untuk menciptakan pasar yang efisien dan berkualitas bagi penggunanya.

Member tetap dapat mengakses saldo mereka dan memindahkan aset ke wallet eksternal jika diperlukan. Kebijakan ini sejalan dengan tren global di mana bursa kripto terus memperkuat standar operasional untuk mendukung keamanan, likuiditas, dan pengalaman pengguna yang lebih baik.

By admin